Headlines News :
Home » » Banjir Ancam Karawang, Tagana Disiagakan

Banjir Ancam Karawang, Tagana Disiagakan

Written By Admin on Friday, November 25, 2011 | 10:01 PM

KARAWANG-Memasuki musim penghujan, banjir mulai mengancam Karawang. Upaya antisipasi dan menanggulangi itu tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan 60 orang anggotanya untuk selalu siaga satu. Upaya prepentif lain yang dilakukan Tagana Dinsos dengan melatih masyarakat untuk selalu waspada bencana.
Hampir setiap tahun Kota Pangkal Perjuangan selalu menjadi langganan bencana banjir. Hal ini disebabkan Karawang merupakan pertemuan dua Daerah Aliran Sungai (DAS) antara sungai Citarum dan Cibeet. Kaepala Seksi (Kasi) bantuan korban bencana Dinsos, Obin Istiana mengatakan, untuk mewaspadai terjadinya bencana banjir di Karawang disiapkan tim Tagana yang terdiri dari 60 orang anggota.
Tim Tagana sudah dilatih baik di Kabupaten maupun di Provinsi Jabar. “Setiap hari anggota Tagana bertugas untuk selalu siaga satu. Ketika ada bencana maka kami siap untuk membantu,” ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (23/11).
Lebih lanjut dikatakan, tugas Tagana antara lain seperti Tim Reaksi Cepat (TRC), sebagai tim posko, tim evakuasi, tim logistik, tim dapur umum, tim medis, tim trasportasi, tim keamanan, dan tim pelayanan sosial. Untuk pelatihan rutin dilakukan. “Selain untuk tim Tagana, kami juga melatih masyarakat yang sering terkena bencana banjir seperti di Desa Purwadana,” tukasnya.
Ditambahkan, untuk pelatihan di Desa Purwadana diberikan pada 40 orang masyarakat dan 10 orang dari perusahaan dan itu dilakukan pada bulan Juni 2011 kemarin. Kegiatannya sendiri mulai dari gladi lapang dan sosialisasi penanggulanan bencana. Kegiatan tersebut dibantu PMI Karawang, Dinkes,dan dinas terkait lainnya. “Kita tidak mengharapkan datangya bencana, tapi upaya penanggulanagan harus disiapkan sedini mungkin. Untuk logistik bagi bencana saat ini sudah tersedia,” jelasnya.
Lebih jauh dikatakan, daerah yang sangat sering menjadi langganan banjir di karawang antara lain, kecamatan Ciampel, klari, Telukjambe Timur, Telukjambe Barat, Rengsdengklok, Batujaya, Pakisjaya, dan Jayakerta. Hal ini dikarenakan daerah tersebut dekat dengan DAS Citarum dan Cibeet. Seharusnya di jarak 100 meter dari DAS tidak boleh ada rumah. Akan tetapi kondisinya masih banyak perumahan di dekat DAS. Ini merupakan dampak dari padatnya penduduk di Karawang.
Sementara menurut anggota Tagana, Roni Suryadi mengatakan, untuk menanggulangi bencana diperlukan peralatan untuk menunjang. Seperti banjir maka diperlukan perahu karet, akan tetapi saat ini Tagana Dinsos tidak memiliki perahu karet. Meskipun ada, perahu dolpin untuk melakukan penyelamatan di laut lepas. “Kami berharap Tagana bisa memiliki perahu karet untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir di Karawang,” harapnya.
Masih kata Roni, saat ini kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan, buang sampah tidak sembarangan, penggundulan hutan, pengaturan tata ruang yang belum tertib, masih banyak lagi yang menyebabkan seringnya terjadi bencana banjir di Karawang. Jadi perlu kesadaran dari semua pihak untuk selalu menjaga daerah resapan air.
“Bencana selalu tidak terduga, baik potensi kerusakan fisik maupun korban jiwa atau kerugian material yang diakibatkannya. Untuk itu pananganan sebelum terjadinya bencana sangat diperlukan dan kesadaran masyarakat untuk selalu menjaga lingkungannya,” pungkasnya.(use)
Share this post :

Post a Comment

 
Redaksi : Karawang Online.Com | Iklan | Berita Karawang
Copyright © 2011. Berita Karawang - All Rights Reserved