Headlines News :


Showing posts with label Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi. Show all posts

Rp 10 M Pajak hotel Hiburan Menguap

Dinas Kebudayaan dan Pariwisatan (Disbudpar) mengeluhkan tidak adanya keterbukaan dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (DPPKAD) Karawang terkait pajak hotel, tempat hiburan, rumah makan dan event-event yang diselenggarakan di Karawang. Pasalnya, dari perhitungan Disbudpar pajak yang didapat dari tempat tersebut bisa mencapai Rp10 miliar.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudapar), Acep Jamhuri mengatakan, pariwisata itu bukan hanya objek wisata seperti Pantai Tanjung Pakis, Samudera Baru, Curug Cigentis dan lainnya. Akan tetapi yang termasuk pariwisata itu seperti hotel, tempat hiburan, rumah makan, dan event-event yang diselenggarakan di Karawang.

Dari perhitungan Disbudpar hasil pajak ditempat-tempat tersebut hampir Rp10 miliar per tahun, akan tetapi Disbudpar sebagai liding sektor tempat-tempat itu tidak pernah diberitahu terkait penghailan pajaknya oleh DPPKAD. “Sektor pajak hotel, tempat hiburan, rumah makan, dan lainnya itu cukup besar, tapi kami sebagai liding sektornya tidak pernah diberi laporan terkiat pajak periwisata tersebut oleh DPPKAD sebab mereka yang melakukan pemungutannya,” ujar Acep kepada Pasundan Ekspres, Minggu (2/12).
Kendati pajak itu dikelola oleh DPPKAD, kata Acep, tetapi Disbudpar sebagai liding sektornya harusnya mengetahui laporan pajak dari tempat pariwisata yang berada di Karawang. Jumlah hotel, tempat hiburan dan rumah makan itu terus bertambah setiap tahunnya. Bahkan kedepan akan ada dua hotel baru yang berbintang empat. “Jadi pajaknya juga akan terus bertambah, meskipun dari objek wisata itu tidak terlalu besar tapi dari hotel, tempat hiburan dan rumah makan itu bisa lebih dari Rp10 miliar,” tandasnya.
Selain itu, menurut Acep, sektor pajak parkir diobjek wisata belum dikelola dengan optimal. Padahal PAD yang dihasilkan jika dikelola dengan baik bisa menghasilkan ratusan juta dalam satu tahun. "Meskipun liding sektor pariwisata ada pada kami, tapi belum ada yang mengelola sektor pajak parkir di tempat wisata. Oleh sebab itu kami
akan giring untuk mengelola parkir agar PAD bisa ditingkatkan," katanya.
Dikatakan, untuk pengelola pajak itu liding sektornya DPPKAD. Tapi belum ada yang membidik sektor pajak parkir diobjek wisata. Sehingga potensi daerah untuk pajak parkir belum tergali dengan maksimal.
"Kendati izin pariwisata itu ada di Disbudpar, tapi pengelolaannya itu bukan pada kami, tapi pada DPPKAD" katanya.
Sementara itu, saat Pasundan Ekspres menghubungi kepala DPPKAD, Setya Darma melalui hendphon-nya tidak nomor yang aktif satupun.(use) sumber

Bank Bukopin dan Pasundan Ekspres Siap Saling Mendukung

KARAWANG – Manajemen Harian Umum Pasundan Ekspres yang dipimpin General Manager Moh Fauzi menjalin hubungan kerjasaman dengan Bank Bukopin Cabang Karawang. Saat bersilaturahmi ke Kantor Bank Bukopin, manajemen Pasundan Ekspres disambut Pimpinan Cabang Karawang, Elly Woeryandari, Jumat (25/11).
Di sela perbincangan hangat, Elly Woeryandari memaparkan, saat ini Bank Bukopin memiliki program markom yakni aktifitas haji, yang dulu sempat aktif dan kini akan diaktifkan kembali. Bank Bukopin yang akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang dan kembali menghadirkan program haji. Sehingga para calon haji bisa membuka rekening dan menabung, serta pinjaman dana untuk para calon.
Pada kesempatan itu, Elly Woeryandari mengatakan, dalam waktu dekat akan melaksanakan beberapa program kegiatan. "Kami kini memang memiliki program yang akan segera terealisasikan, kemungkinan untuk bulan depan. Setiap  bulannya pun memang akan selalu ada kegiatan.  Maka  dari itu kami berharap dengan kedatangan tim dari Pasundan Ekspres dapat membantu dalam hal peliputan atau informasi. Karena  terus terang saya baru pertama bertemu atau dikunjungi media yang berada di Karawang, dan semoga bisa bekerjasama dengan baik," ungkap Elly.
Ditambahkan Elly, kini dirinya sedang menjajaki tugas barunya di Karawang. Karena kebetulan baru tiga minggu memulai aktivitas kerja di Karawang. Sehingga  diakui Elly, dirinya belum terlalu banyak mengetahui soal seluk beluk Karawang. Setelah adanya kedatangan Pasundan Ekspres, ia pun berharap bisa lebih banyak tahu dan bisa bekerjasama dengan baik.
General Manager Pasundan Ekspres Moh Fauzi, mengatakan, pihaknya berkunjung ke Kantor Bank Bukopin Cabang Karawang, untuk lebih mempererat tali silaturahmi. Selain itu, dapat bekerjasama serta menjadi rekan kerja yang bisa saling mendukung satu sama lain.
"Kami ini memang koran lokal yang memiliki banyak informasi untuk masyarakat. Semoga  dengan kunjungan kami bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik, bisa saling memberikan informasi dan mendukung satu sama lain. Apabila  Bank Bukopin butuh media untuk promosi kami siap memback up dan memberikan publikasi dengan baik," kata Moh Fauzi.
Ke depannya diharapakan, hubungan yang diawali dengan kebaikan ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan masing-msaing pihak. Saling mendukung agar bisa maju bersama dan dapat terus berkesinambungan.(nda) 

Nestle Ekspansi Pabrik Milo di Karawang

PT Nestle Indonesia berencana menambah kapasitas pabrik minuman cokelat Milo di Karawang, Jawa Barat sampai dengan 20 ribu ton per tahun.

Demikian disampaikan Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, Arshad Chaudry ketika ditemui di sela-sela acara Creating Shared Value Forum 2011 di Hotel Grand Hyatt, di Jalan Thamrin Selasa (14/6/2011).

"Target kami adalah melanjutkan meningkatkan. Kami akan menambah 20 ton bubuk milo untuk pabrik," ujarnya.

Arshad menambakan, hal ini dilakukan karena permintaan yang cukup besar dari pasar Indonesia terhadap Milo. Rencana penambahan kapasitas pabrik ini akan mulai dioperasikan pada akhir 2012.

"Permintaan yang besar di pasar karena bisnis kami berkembang sangat bagus di Indonesia. Kami akan menambah sampai akhir tahun 2012," ujarnya

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Pertanian, Bayu Krisnamurthi menyebutkan, kemitraan Indonesia dengan Nestle sudah berjalan lama. Dalam hal ini, pemerintah harus mendukung tindakan yang dilakukan oleh Nestle di Indonesia.

"Setelah 40 tahun ini bukan hanya sekadar tunangan, tapi sudah menikah, jadi kita sudah punya banyak anak. Indonesia dan Nestle punya hubungan serius, kami perlu mendukung share value yang dapat diwujudkan dengan tindakan di lapangan," paparnya.

(ade/dnl)
 
Redaksi : Karawang Online.Com | Iklan | Berita Karawang
Copyright © 2011. Berita Karawang - All Rights Reserved