Headlines News :


Bupati Minta Pejabat Layani Masyarakat

KARAWANG-Setelah beberapa waktu lalu Bupati Karawang melakukan mutasi dan rotasi untuk pejabat eselon II, H Ade Swara melantik pejabat eselon III dan IV sebanyak 1.124 orang, di Plaza Pemerintah Daerah (Pemda) Karawang, Jumat (17/2). Sebelum pelantikan dimulai ribuan pejabat diambil sumpahnya untuk melaksanakan tugas-tugas yang harus diselesaikan dalam rangka mengemban amanah melayani masyarakat.
Usai pelantikan semua pejabat eselon III dan IV melakukan penandatanganan berita acara yang akan ditukar dengan surat keputusan (SK) bupati. Uniknya para pejabat tersebut melakukan penandatanganan berita acara di bawah lantai Plaza Pemda dan berlomba-lomba untuk menukarnya agar bisa tahu jabatan yang ditempatinya itu berubah atau tidaknya.
Bupati Karawang H Ade Swara mengatakan, pelaksanaan mutasi dan promosi jabatan merupakan hal yang lumrah dalam dinamisasi roda pemerintahan. Sebab, mutasi dan promosi pejabat itu merupakan bentuk penyegaran organisasi sekaligus melakukan penyesuaian dengan perubahan Satuan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.
Hal tersebut menurut bupati,  sesuai dengan pasal 17 ayat 2 Undang-Undang Nomor 43 tahun 1999, yang menyebutkan, pengangkatan PNS dalam suatu jabatan dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalisme sesuai dengan kompetensi, prestasi kerja dan jenjang pangkat yang ditetapkan serta syarat obyektif.
Menurut dia, saat ini dan masa mendatang, masyarakat Karwang semakin menghendaki adanya peningkatan pelayanan pemerintahan bisa memenuhi rasa keadilan, pengembangan pemberdayaan serta dapat lebih menciptakan kemandiriannya. “Eselon III dan IV dapat dianalogikan sebagai juru masak kebijakan, sebab kualitas pemerintahan ditentukan profesionalisme, komitmen, integritas dan loyalitasnya,” ujarnya pada Pasundan Ekspres, Jumat (17/2).
Diharapkan kempuan teknis serta wawasan yang luas dan didukung data maupun informasi akurat sehingga proses perumusan kebijakan berjalan sesuai koridor yang berlaku. “Saya juga berharap para pejabat yang baru dilantik bisa melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pimpinan,” katanya.
Dijelaskan, dari eselon III A yang dilantik sebanyak 75 orang, eselon III B sebanyak 121 orang, eselon IV A sebanyak 684 orang dan eselon IV B sebanyak 244 orang. Ia menambahkan, pejabat eselon III dan IV merupakan lini terdepan yang berhadapan langsung dengan pelaksana kebijakan. “Saya ingin tekankan  agar pejabat senantiasa bisa mempertahankan bahkan meningkatkan integritas, loyalitas, disiplin dan komitmen terhadap tugas dan tanggungjawab sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Semua pejabat haru bekerja melayani masyarakat dengan baik,” jelasnya.
Selain itu, lanjutnya, pejabat yang baru dilantik harus responsif terhadap semua aspirasi masyarakat terutama dalam membantu setiap permasalahan yang dihadapi masyarakat. “Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan selamat bekerja bagi para pejabat yang baru dilantik,” pungkasnya.(use)pasaundanekspress
Ilustrasi
KARAWANG  – Ratusan warga Desa Kutamekar Kecamatan Ciampel, Karawang, mendapatkan sumbangan beras untuk kebutuhan keluarganya dari pengusaha pengelolaan limbah  PT Tenang Jaya Sejahtera (TJS) yang ada di desanya, Sabtu pagi.
Direktur PT TJS, Tulus Widodo, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan dan pemanfaatan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3), dibantu staf perusahaan, secara bergantian memberikan kantong-kantong berisi beras sebanyak 5 Kg, diserahkan langsung kepada 760 KK yang datang ke perusahaannya hari itu.
Tulus Widodo mengatakan, semula pihaknya hanya menyiapkan sebanyak 600 kantong beras yang beratnya 5 Kg, untuk 560 KK, akan tetapi ternyata yang datang jumlahnya bertambah menjadi 760 orang. Alhamdulillah semua kebagian, karena kami mempunyai stok beras cadangan, ujar Tulus.
Salah satu penerima bantuan beras, Sarmi, 35, warga Kampung Mekarmukti Desa Kutamekar, mengaku sangat senang dan gembira dengan adanya pemberian beras dari perusahaan yang ada di kampungnya itu.  (nourkinan)

Penderita HIV/AIDS 691 Orang

KARAWANG-Pemerintah Kabupaten Karawang bersama Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Karawang serta komponen masyarakat, PNS, Pelajar se Kabupaten Karawang, menggelar Peringatan Hari AIDS Sedunia di Lapang Karangpawitan, Kamis (1/12).
Wakil Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana selaku Ketua KPA Karawang mengatakan, Peringatan Hari AIDS Sedunia dijalankan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2006 Tentang Komisi Penanggulangan AIDS Nasional untuk kampanye pentingnya penanggulangan HIV/AIDS di dunia. Menurutnya, ini adalah upaya pemerintah dan KPA untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya memahami pola penuran HIV/AIDS, sebagai cara untuk memutus epidemi HIV/AIDS di Karawang.
Sedangkan Bupati Karawang H Ade Swara dalam amanatnya menyampaikan, Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun ini, merupakan upaya mengatasi epidemi HIV/AIDS di Indonesia termasuk di Kabupaten Karawang. Dikatakan, upaya itu akan lebih berhasil bila semua komponen masyarakat bersatu dalam penanggulangan dan pencegahannya. Menurutnya, dukungan dunia usaha secara keseluruhan sangat penting.
“Melalui upaya-upaya pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja diharapkan dapat mencegah kerugian akibat dampak HIV/AIDS pada dunia usaha itu sendiri. Sekaligus memutus mata rantai penularan HIV di masyarakat,” ungkapnya.
Kontribusi penting yang dapat dilakukan dunia usaha dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS lanjut bupati, adalah melalui kebijakan penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja dengan meningkatkan perlindungan pekerja dari virus berbahaya. “Sekalian meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan  pekerja serta memelihara produktivitasnya,” tandasnya.
691 Orang Mengidap HIV/AIDS
Sedangkan dalam peringatan Hari AIDS Sedunia, Yayasan Kita-Kita, yang konsentrasi terhadap masalah HIV/AIDS merilis data baru. Jumlah pengidap HIV/AIDS di Karawang berjumlah 691 orang. Sedangkan dari tahun 2006 hingga tahun 2010 kemarin, akumulasi data kasus yang terkumpul 219 orang.
Dijelaskan Ketua Yayasan Kita-Kita Iwan Soemantri Amintapradjas, hal itu berarti dari tahun 2010 hingga 2011, terjadi penambahan pengidap HIV/AIDS sebanyak 472 orang. Jumlah  tersebut masih menurut Iwan, dikumpulkan dari berbagai lembaga, instasi dan dinas terkait. “Data ini kami kumpulkan dari PMI, Dinkes Karawang, labotarium-labotarium, klinik dan rumah sakit di Karawang atau Jakarta dan Bandung. Angka ini merupakan angka nyata yang dilengkapi dengan nama dan alamat,” kata Iwan.
Dikatakannya, tren kenaikan pengidap HIV/AIDS terjadi di kalangan prilaku seks bebas. Jika sebelumnya pengguna narkotika suntik paling mendominasi menurut Iwan, tren penularan itu telah bergeser. Hal itu seiring dengan keberhasilan aparat kepolisian menekan peredaran narkotika yang dikonsumsi menggunakan jarum suntik.
Prilaku seks bebas lanjut Iwan, telah menyentuh berbagai kalangan juga profesi. Mulai dari aparatur pemerintahan, buruh pabrik, kuli kasar hingga pelajar. Prilaku seks bebas itu, dipastikan melibatkan wanita penjaja seks. Iwan mengungkap, dari 691 HIV AIDS sekitar tiga puluh persen diantaranya diderita wanita penjaja seks.
Dari 17 titik lokalisasi prostitusi Iwan mengatakan, terdapat 1.214 orang yang berprofesi sebagai wanita penjaja seks. “Tren penularan telah bergeser dari Penasun menjadi seks bebas. Banyak wanita penjaja seks yang telah mengidap HIV/AIDS, namun masih menjajakan diri. Dan lelaki hidung belang yang berhubungan badan dengan wanita penjaja seks pengidap HIV/AIDS, tanpa menggunakan kondom, resiko tertularnya sekitar 99 persen,” celoteh Iwan.
Lebih lanjut dia mengatakan, dari sekitar 691 orang HIV/AIDS di Karawang, 15 orang diantaranya ibu rumah tangga dan saat ini dalam keadaan mengandung. Sehingga dapat disimpulkan ketika bayi itu lahir secara otomatis bayinya akan terinfeksi HIV AIDS.
Selain itu ditambahkannya, dalam  kurun waktu tahun 2011, lima bayi di bawah lima tahun (Balita), telah meninggal dunia akibat HIV/AIDS. Sedangkan usia dewasa ada dua orang yang meninggal dunia. Dari kalangan pelajar, Yakiki mencatat ada sembilan orang dan aparatur pemerintahan delapan orang.
Melihat kondisi tersebut Iwan mengatakan, Karawang memerlukan dasar hukum seperti Peraturan Daerah HIV/AIDS. Dalam aturan itu, siapa saja yang berhubungan badan beresiko bukan dengan istri, wajib menggunakan kondom. Agar pengawasannya berjalan maksimal ditegaskannya, perlu dilokalisir lokalisasi prostitusi di Karawang dalam satu tempat.
“Virus ini sudah menyerang masyarakat luas seperti ibu rumah tangga yang tertular dari suaminya yang gemar jajan. Komisi Penanggulangan AIDS tidak bekerja profesional dan maksimal. Mereka hanya melakukan sosialisasi, setelah itu tidak ada tindak lanjutnya. KPA tidak memiliki program nyata untuk menekan angka pengidap HIV/AIDS,” tegas Iwan.(kus) 

Bank Bukopin dan Pasundan Ekspres Siap Saling Mendukung

KARAWANG – Manajemen Harian Umum Pasundan Ekspres yang dipimpin General Manager Moh Fauzi menjalin hubungan kerjasaman dengan Bank Bukopin Cabang Karawang. Saat bersilaturahmi ke Kantor Bank Bukopin, manajemen Pasundan Ekspres disambut Pimpinan Cabang Karawang, Elly Woeryandari, Jumat (25/11).
Di sela perbincangan hangat, Elly Woeryandari memaparkan, saat ini Bank Bukopin memiliki program markom yakni aktifitas haji, yang dulu sempat aktif dan kini akan diaktifkan kembali. Bank Bukopin yang akan menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang dan kembali menghadirkan program haji. Sehingga para calon haji bisa membuka rekening dan menabung, serta pinjaman dana untuk para calon.
Pada kesempatan itu, Elly Woeryandari mengatakan, dalam waktu dekat akan melaksanakan beberapa program kegiatan. "Kami kini memang memiliki program yang akan segera terealisasikan, kemungkinan untuk bulan depan. Setiap  bulannya pun memang akan selalu ada kegiatan.  Maka  dari itu kami berharap dengan kedatangan tim dari Pasundan Ekspres dapat membantu dalam hal peliputan atau informasi. Karena  terus terang saya baru pertama bertemu atau dikunjungi media yang berada di Karawang, dan semoga bisa bekerjasama dengan baik," ungkap Elly.
Ditambahkan Elly, kini dirinya sedang menjajaki tugas barunya di Karawang. Karena kebetulan baru tiga minggu memulai aktivitas kerja di Karawang. Sehingga  diakui Elly, dirinya belum terlalu banyak mengetahui soal seluk beluk Karawang. Setelah adanya kedatangan Pasundan Ekspres, ia pun berharap bisa lebih banyak tahu dan bisa bekerjasama dengan baik.
General Manager Pasundan Ekspres Moh Fauzi, mengatakan, pihaknya berkunjung ke Kantor Bank Bukopin Cabang Karawang, untuk lebih mempererat tali silaturahmi. Selain itu, dapat bekerjasama serta menjadi rekan kerja yang bisa saling mendukung satu sama lain.
"Kami ini memang koran lokal yang memiliki banyak informasi untuk masyarakat. Semoga  dengan kunjungan kami bisa menjalin tali silaturahmi dengan baik, bisa saling memberikan informasi dan mendukung satu sama lain. Apabila  Bank Bukopin butuh media untuk promosi kami siap memback up dan memberikan publikasi dengan baik," kata Moh Fauzi.
Ke depannya diharapakan, hubungan yang diawali dengan kebaikan ini bisa berjalan sesuai dengan keinginan masing-msaing pihak. Saling mendukung agar bisa maju bersama dan dapat terus berkesinambungan.(nda) 
 
Redaksi : Karawang Online.Com | Iklan | Berita Karawang
Copyright © 2011. Berita Karawang - All Rights Reserved